Suara tembakan terdengar lagi, jantung Dira bertalu dengan kencang, sesekali tanganya mengusap pelan perutnya, seperti kata Dion, Zio tidak akan berani menembak dia maupun Gibran, meskipun begitu, Gibran tetap menggunakan rompi anti peluru, antisipasi. sedangkan untuk Dira tidak, Analisis Dion, Zio masih menginginkan Dira dalam keadaan hidup. Angin berhembus dengan pelan, setelah mereka sampai ditempat yang telah anak buah Dion dan El Ramo siapkan, Dira dan Gibran saling berhadapan, kedua tangan Gibran menggenggam tanganya erat, suaminya itu tersenyum kecil, namun sangat manis, bagi Dira. Perlahan wajah Gibran mendekat, spontan kedua tangan Dira menahan d**a Gibran, Dira menggelengkan kepalanya, "Tidak untuk sekarang," ujar Dira pelan, lipat di dahi Gibran terlihat nampak jelas, belum s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


