Part 14

981 Kata

"Ayo kak, Gise lapar. Kakak sih main basketnya lama banget..." Gibran tertawa melihat sikap adik kembarnya. Mereka hanya berbeda beberapa menit tapi,  sikap dan tinggkah Gisela tidak seperti seumuran dengannya. "Siapa suruh nunggu, kakak kan udah suruh pulang sama Rara," Ujar Gibran. Gisela menghentikan langkahnya, lalu menatap Gibran dengan menusuk. Dengan melipat d**a dia mencoba marah. "Kakak ku tersayang... Seupil. Kakak kan janji ajak Gise makan bakso sama es sari tebu. Masak kakak lupa sih," gerutnya di akhir. Sungguh Gibran ingin tertawa terpingkal-pingkal melihat sikap adiknya ini. "Masaa,  kakak nggak pernah buat janji sama kamu." Bibir Gisela mengerucut, membuat tawa Gibran pecah. "Ihhh... Kenapa tertawa?! Hwaa hiks... Hiks... Tak aduin ke papa." Ancam Gisela di tengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN