Part 29

1040 Kata

Zinnia mengusap pelan perut buncitnya, matanya tertuju menatap rumah bertingkat dua di hadapannya, rumah yang dulu ia desain di buku gambar, kini benar-benar berdirinya nyata di hadapannya. Gibran mewujudkan mimpinya, meskipun ia sudah terusir. "Zee--" seseorang menepuk bahunya, membuat Zinnia menoleh, kedua sudut bibirnya tertarik ke atas, matanya berbinar menatap pujaan hatinya, "Mau mampir?" tawaran suaminya nampak menggoda untuk masuk ke dalam rumah Gibran, namun ia masih ragu untuk mampir, "Nanti deh," jawabnya dengan berat hati, "Mampir aja, biar orang-orang itu makin penasaran." Zinnia melambai ke arah orang yang sedang mengamati rumah Gibran, hal itu malah membuat orang-orang itu pergi kalang kabut, "Mereka udah kabur," ucap Zinnia, membuat suaminya menggelengkan kepala melihat ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN