Epilog

787 Kata

Minggu mendung. Hujan turun sejak pagi. Padahal kemarin masih terik dan gerah. Emil, sahabat Iko saja sudah siap dengan rantang piknik di teras. Iko yang masih memakai kaus dan celana selutut hanya garuk-garuk kepala melihat hijan yang turun sejak setengah jam lalu. Masih pagi, pukul tujuh. Harusnya Iko dan sang istri, juga Emil beserta anak dan suami pergi jalan-jalan ke Dufan. Sejak semalam Emil belanja dan menyiapkan makanan. Subuh sudah siap. Tifa yang menyiapkan camilan serta baju ganti juga sudah siap. Sayang, mereka hanya menatap hampa rencana yang tak sesuai ekspektasi. "Gimana nih? Udah setengah jam masih aja deres," keluh Emil. Iko yang santai sambil nyemil risoles buatan istrinya di meja teras hanya menatap tetesan hujan yang jatuh. Sayang juga kalau batal, padahal sudah ter

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN