"Ishh! Daren gimana sih, main matiin gitu aja. Kan gue belum selesai ngomong." Gerutu Dara, saat Daren mematikan sepihak panggilannya. Dara mencoba menghubungi kembali, tapi tidak diangkat. Sepertinya Daren sudah dalam perjalanan menuju tempatnya. Ia lalu mulai memikirkan alasan agar kakaknya itu mau berhenti sejenak. Karena tidak mungkin jika Dara berkata langsung mengenai Daren yang sebentar lagi akan menyusul untuk membantu memperbaiki motor Ray. Bisa-bisa dua tanduk dikepala kakaknya akan kembali muncul seperti biasanya. Ray yang merasa sedari tadi menuntun motornya cukup berat, mulai menoleh ke belakang. Mendapati adiknya yang justru tengah memainkan ponsel, tanpa berniat membantu mendorong motor sportnya yang memang berat itu, dari belakang. Langkahnya terhenti untuk menegur ad

