Reina menunggu tak sabaran di kursi tunggu yang berada di bandara. Pandangannya terus teredar ke kiri dan ke kanan menantikan sosok yang sangat ingin ia temui. Sesaat kemudian matanya berbinar melihat seorang pria tampan dengan seragam pilot yang masih melekat di tubuhnya berjalan untuk keluar dari bandara sembari sesekali membalas sapaan yang ia terima. Dengan cepat Reina meraih tasnya kemudian menghampiri pria tampan itu yang tak lain adalah Bima. “Welcome Captain,” sapa Reina. Bima yang sebelumnya tak tahu jika Reina akan menjemputnya sontak terlihat kaget. Namun hanya sementara, karena sejurus kemudian ia tersenyum pada gadisnya. “Kamu kok kelihatannya senang banget?” Tanya Bima sebab senyum Reina kali ini berbeda. Ia menyambut Bima dengan wajah berseri-seri dan senyum lebar. Bukann

