“Daddy.” Bima merentangkan tangannya saat mendengar suara pekikan dan melihat Zidan berlari dengan begitu antusias. Dibawanya bocah lucu itu ke dalam gendongannya dan diputar-putranya di udara membuat Zidan terkekeh geli. Reina ikut tersenyum melihat pemandangan di hadapannya saat ini. Sepertinya tak ada yang bisa mengalahkan antusias Zidan saat bertemu dengan Bima. Bahkan saat tadi melihat Bima memasuki apartemen, ia langsung meninggalkan semua mainannya dan langsung menghampiri Bima. “Daddy ke mana aja?” Zidan bertanya dengan mengerucutkan bibirnya lucu. Bima melirik Reina saat menyadari wajah merajuk Zidan sangat mirip dengan wajah Reina ketika sedang merajuk. “Daddy kan harus nerbangin pesawat,” balas Bima. “Oh ya? Zidan punya pesawat mainan daddy, daddy mau ikut Zidan main?” Tanya

