“Kenapa kita ke sini?” tanya Andari begitu Rendy membawanya ke sebuah butik. “Kamu mau bertemu dengan Pak Hartanto dengan pakaian seperti ini?” Pria itu memindai tubuh Andari dari atas ke bawah lalu kembali ke atas. “Memangnya kenapa? Ada yang salah? Aku rasa ini cukup sopan.” Rendy tersenyum kecil. “Sopan. Tapi tidak sesuai untuk menemui seseorang yang penting di acara pesta pertunangan anaknya.” “Hah? Pesta?” Rendy yang sudah melangkah ke dalam berbalik lagi ketika gadis itu masih diam di posisinya. “Saya sudah bilang bukan kalau saya akan mengajak kamu ke pesta pertunangan anak Pak Hartanto? Adik Gayatri saat kita bertemu dengannya di restoran tadi siang,” terangnya setelah kembali menghampiri. “Tapi kenapa tidak dijelaskan lagi dari awal?” Andari merasa tertipu. Bukan. Bukan

