salah siapa?

1107 Kata

panji memelukku dengan erat lalu menangis di pundak ku, dia terisak dan aku semakin tak berdaya. dia membalikan tubuhku, panji menatapku dengan tatapan memohon, wajahnya sangat kalut sembab di bawah mata, benar benar tidak tersamar meski panji telah tertidur cukup lama. "lo nangis ji" tanyaku "ngga? mungkin pas gue tidur gue nangis" katanya "kenapa?" tanyaku "merindukan seseorang yang tak merindukanku" katanya "ji sadar, lo harus balik laras, mamah lo nungguin lo di rumah, ingat bayi yang ada di perut laras. lo ga bisa egois kaya gini" kataku "egois pas mana, lo yang egois ninggalin gue sepihak" katanya "gue harus, lo pikir gue bisa balik lagi sama orang yang udah bilang gue p*****r?" kataku panji terdiam aku melihat dia sedang mengontrol emosinya "gue emosi, lagi pula udah gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN