setelah panji menikah dia tinggal dirumah istrinya. gaga yang masih mempunyai jatah libur 1 hari meminta ku menemainnya ke pantai untuk sekedar refresing aku mengiyakan ajakan gaga. kami bergegas berangkat ke pantai. gaga izin ke ibu pergi tidak denganku dan aku tidak perlu izin dengan siapapun. kami bertemu di depan perumahan kami. gaga yang memang sudah dari bawaanya ganteng ya semakin terlihat keren dengan baju polos putih dan celana pendek yang dia kenakan. aku sangat menikmati pemandangan indah di depanku ini.
"kita nginep gue udah booking hotel"
aku terdiam. hotel katanya. aku mengambil ponselku mengecek tanggal dan jadwal menstruasiku. lalu melihat apakah aku membawa obatku atau tidak dan ternyata aku lupa membawa obatkku. aku sedikit panik apa yang harus aku lakukan jika gaga mengajakku untuk melakukan hubungan suami istri. bagaimana jika dia juga tidak membawa pengaman. sialan aku ga mau kalau sampai aku hamil nantinya. tapi aku ingin. aku ingin merasakan tubuh gaga bersentuhan tanpa busana dengan tubuhku. ah sialan aku harus apa, jika melakukannya bersama panji aku tidak akan khawatir meski tidak memakai pengaman karena aku meminum obat itu tapi kali ini aku tidak membawanya karena ku pikir kami tidak akan melakukan apapun. ya senoga tidak.
tapi ini kesempatan langka yang aku tunggu bisa merasakan tubuhnya menyentuh semua bagian tubuhku.
"kamu ga mau nginep?"
"mau ko, santai aja keknya seru nginep di pantai"
"ma lo tau? gue nunggu banget moment cuma berdua" katanya
aku terdiam sejenak melihat kearah gaga kemudian gaga melirik kearahku
"gue pengen habisin semua waktu gue sama lo, dari gue terpejam sampe gue membuka mata lagi gue mau liat lo lagi dan terus"
aku terdiam lagi. gaga melajukan mobilnya dengan santai dan aku menikmati perjalanan kali ini bersama gaga. canda tawa yang dia ciptakan membuat aku merasa aku mungkin masih menyukai makhluk yang ada disamping ku ini
tiba-tiba ponsel gaga berdering, dia bergegas mengangkatnya tidak banyak obrolan gaga hanya menjawab oke dan iya saja. aku pikir dari teman kampusnya jadi aku tidak bertanya.
saat sampai di lokasi gaga memarkirkan mobilnya di salah satu villa yang masih satu wilayah dengan hotel yang tadinya kami akan tiduri namun entah mengapa tiba-tiba gaga memilih villa yang ada disanah bahkan kami tidak perlu chek in dll. kami langsung parkir kemudian masuk kedalam saat gaga membuka villa aku kaget bukan kepalang sudah ada tas orang lain yang di letakan di atas meja yang ada di ruang tamu. aku ingin bertanya namun ragu.
"kita di villa ini aja ya, kebetulan panji sama istrinya lagi honeymoon disini"
aku terdiam sejenak. mataku membulat dengan sempurna kaget dan benar-benar tidak percaya mengapa harus dipertemukan dalam satu waktu seperti ini. tiba-tiba terdengar suara mobil yang baru saja masuk di garasi villa ini panji dan istrinya langsung menghampiri aku dan gaga yang sudah duduk di ruang tamu. mereka menyapa kami dan aku hanya tersenyum masam.
"ga gue di kamar depan sama istri gue ya?"
"lo di di belakang aja terus alma di tengah" tambahnya lagi
"gue tidur sekamar aja sama gaga" kataku mengelak
mata panji membulat sempurna memandangiku penuh dengan amarah aku yang takut panji datang dikamar ku tengah malam saat semua tertidur memilih untuk satu kamar dengan gaga. gaga masih diam tidak mengiyakan dan tidak menolak ku.
"iyah gue sama alma aja kali ya, kasian takut ada makhluk gaib" kata gaga
dalam hati aku merasa aku telah menang.
"emang kalian pacaran?" tanya laras
"akan" kataku langsung menjawab pertanyaan laras tanpa pikir panjang.
"oh yaudah gapapa" kata laras
sialan aku yang menjadi kikuk di moment ini memilih keluar dari villa. aku duduk di teras sambil melihat pantai yang terlihat sedikit mentertawakan aku yang bodoh ini.
"lo mau ngapain aja sama gaga" suara panji yang samar terdengar ditelinga ku dia berdiri di tengah pintu tangannya berada di dadanya. aku hanya menolah tidak menjawabnya.
"jawab t***l" suaranya ditekan habis-habisan oleh panji
aku penuh amarah, berdiri kemudian menoleh kearah panji
"bukan urusan lo" kataku sambil meninggalkan panji sendiri di teras.
aku mengambil tas dan perlengkapan yang lainnya untuk ku masukan kedalam kamar aku dan gaga. saat aku masuk ke kamar aku jauh lebih kaget saat melihat gaga yang telanjang d**a, tubuhnya masih di balut celana dalam kream. aku menutup mata ku, lalu kubuka lagi. ku pikir gaga akan menutupi tubuhnya dengan handuk ternyata tidak dia masih tersenyum kearah ku ketika aku akan menutup pintu kamar. gaga mengisyaratkan aku untuk masuk kedalam. aku melangkah masuk dengan ragu-ragu.
"kunci ma" katanya dengan santai.
aku berjalan dengan membelakangi gaga, tidak ingin melihat tubuh gaga yang menggoda itu namun saat langkah yang kelima aku menabrak sesuatu saat aku ingin membalikan badan. aku mendapatkan pelukan dari belakang.
gaga memeluk ku dengan erat.
"tunggu ada yang merindukanmu" kata gaga
aku tersenyum jantungku berpacu dengan cepat.
"lo boleh liat gue dalam keadaan apapun" katanya
"hah" aku meresponnya dengan cepat.
"iya bukan kah kita akan menjadi pasangan"
aku kembali mengingat moment ketika laras bertanya apakah aku dan gaga pacaran aku yang spontan menjawabnya dengan reflek. "akan" ternyata gaga menanggapinya dengan serius entah aku harus senang atau pasrah. tapi untuk sekarang aku senang.
gaga membalikan tubuhku. dia melumat bibirku dengan santai aku menikmatinya dan gaga mulai bermain bibir dengan agresif lidahnya keluar masuk mulutku. tangan gaga menyentuh p******a ku. aku tidak bisa menolaknya. kalian tau karena aku memang menginginkan ini.
kami mengikuti irama permainan ini, sampai akhirnya kami berdua sudah berada di ranjang, tubuh gaga berada di atas tubuhku dia menciumi leherku, mengigit telingaku. gaga mengisyaratkan aku untuk membuka pahaku, aku yang sedang menikmati permainan ini tanpa sadar membuka pahaku, peniss gaga yang sudah mulai terangsang menyentuh celana pendek
yang aku kenakan. gaga masih memakai celana dalam dan aku masih memakai baju lengkap. gaga melumat bibirku lebih hebat dari yang tadi dengan cepat aku mengikuti irama permainannya.
peniss gaga semakin terasa menusuk vaginnaku namun terhalang oleh celana yang kami kenakan.
"sialan gue pengen" gaga melepaskan ciumannya dan langsung berdiri membelakangiku.
"maaf" kataku
"kenapa minta maaf?" tanya gaga
"lo mungkin ga suka sama gue?" tanyaku dengan polos
"siapa orang yang ga suka sama lo?"tanya gaga
"lo?"
"gue yakin sekalipun panji atau yang lain temen-temen kita ga ada yang ga suka sama lo termasuk gue. gue suka gue mau tapi apa boleh gue nyentuh lo lebih dari sekedar ciuman?" tanya gaga ya g sedikit kesal
"lo mau? boleh lagian dari awal gue gak pernah nolak lo ko" kataku
"maaa, maaf atas nafsu gue yang ga bisa gue tahan"
"gaa, maaf jika kamu tergoda. tapi kita bisa ko lakuin kalau emang lo mau. alasan gue mau sekamar gue berharap hubungan kita bisa lebih dari yang waktu itu" tambahku
"ma, abis ini gue pasti ninggalin lo? lo gapapa" tanyanya
"gapapa yang penting lo balik jadi milik gue lagi" kataku
gaga tersenyum dan aku membalas senyumnya aku menyadari nafsu bejatku yang tidak bisa ditahan karena cinta atau memang karena sepi sebenarnya sexx tidak selalu jadi patokan kepemilikan atau bahkan kebahagiaan.
hari ini aku menikmati semua hal yang sudah terjadi bagaimanapun ah sialan semoga berjalan baik semuanya