Suami manapun pasti akan punya rasa khawatir ketika hati istrinya masih terjebak dalam masa lalu, raga mungkin seutuhnya telah dimiliki tapi bagaimana dengan hatinya? Hati mana ada yang tau isinya, begitupun dengan izzat yang tidak tahu akan isi hati istrinya. Zahwa memang sudah mencintai izzat, tapi tidak menutup kemungkinan di hati zahwa juga masih ada sosok fahmi sebagai lelaki pertama yang menempati singga sana hati zahwa. Ingin marah, tapi apa faedahnya? Semua akan sia-sia, bagaimanapun cara izzat memaksa zahwa untuk melupakan fahmi itu tak ada guna. Karna yang berperan penting adalah hati, sedangkan hati tidak bisa dipaksa. insyaAllah dengan doa & usaha izzat, suatu saat cinta zahwa sepenuhnya akan menjadi milik izzat. “sayang, sehat selalu ya. Kita berdoa semoga cinta bunda hanya

