Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar merdu, membuat gendang telinga siapapun yang mendengarnya terasa sejuk & damai. Izzat seolah terhipnotis oleh pemilik suara yang menyerukan isi Kitab Sucinya, rasanya ingin tidur berdiri di ambang pintu dibuatnya. Ucap syukur terus terlantun, zaujati nya benar-benar wanita yang sempurna di matanya. Namun seketika ia menangkap sesuatu yang kurang, mematahkan segenap asa. Secara lahir batin zaujati yang ada di hadapannya utuh menjadi miliknya, tapi siapa tahu hatinya tidak untuk izzat. Mungkin ada, namun tidak seluruhnya. Ada bagian lain yang masih tersimpan untuk ikhwan di masa lalunya. Tapi siapa yang tahu, Allah sebaik-baiknya yang dapat membolak-balikkan hati Hamba-Nya termasuk hati zahwa. Izzat yakin suatu saat nanti istrinya dapat mencintai de

