Episode 38

1492 Kata

Okta Pov Aku tengah duduk di atas kursi di ruangan Chacha. Anakku aku titipkan pada Mommy Elga dan papi Surya. Karena Serli yang biasa mengurusinya tengah menuju Sumatera bersama Daniel, Angga, Ratu, Irene, Seno, dan Dewi untuk menengok Elza yang baru melahirkan. Hanya Dhika dan aku yang tidak pergi. Nela masih belum menunjukkan perkembangan apa-apa. Dia memang cantik saat memejamkan mata. Tapi kalau tidurnya selama ini, kecantikannya jadi memudar dan malah membuatku ketakutan. “Hai Nela,, apa kabar?” Aku terdiam, berharap dia segera merespon. Kau bodoh Okta. Mana mungkin kabar istri lu baik-baik saja. Kalau dia baik-baik saja, kagak bakalan dia betah berbaring di brankar yang sempit ini. Nyari pertanyaan tuh yang berbobot sedikit, jangan kayak di sinetron-sinetron kagak jelas. “Astag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN