Chacha mencari keberadaan Okta sejak tadi. Acara tahlilan sudah usai satu jam yang lalu. Para anggota Brotherhood menginap di sana minus Dhika. Setelah mencarinya kemana-mana, kini Okta terlihat duduk di atas kursi taman dengan menundukkan kepalanya. Okta mengingat ucapan dari pembantunya yang merawat Oma. Menurutnya Oma menghubungi pria dan wanita itu dan memintanya untuk berdamai dengan Okta tetapi mereka malah membuat Oma serangan jantung hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Itu alasan membuat Okta sangat marah. Bahkan mereka tidak datang saat Oma meninggal dunia. Chacha menyelimutkan jas milik Okta di pundak lebar Okta membuatnya menoleh ke arah Chacha. “Nela,” seru Okta menoleh ke arah Chacha yang kini tengah berjalan dan mengambil dudu

