Waktu terus bergulir dan kondisi Serli semakin memburuk. Ia seringkali menjerit tiba-tiba dan menangis ketakutan. Serli selalu mengatakan ada yang ingin membunuhnya. Daniel juga sudah membawa Serli mengontrol kondisinya dan menurut Dokter Serli mengalami sugesti yang berlebihan dan membuatnya menjadi seperti ini. Penyakit Serli ini bisa di katakan baru karena tidak terlihat penyebab dari penyakitnya yang tiba-tiba ini. Daniel baru saja sampai ke dalam kamar mereka berdua dan ia kaget melihat Serli duduk di sisi ranjang dengan menunduk dan memeluk kedua lututnya karena ketakutan, tatapan matanya terlihat mengawasi sekitar dengan siaga. “Sayang,” seru Daniel duduk rengkuh di sisi tubuh Serli. Melihat kondisi Serli yang semakin hari semakin memburuk sungguh m

