Bab 51

1019 Kata

Melupakan bukanlah keahlianku -Arum Arum sedang duduk di pinggir ranjangnya, kamar kos-kos an yang ber ac dan minimalis ini menjadi tempat tinggal bagi Arum, dia menatap layar ponselnya, masih ada foto dia dengan Dewa di masa lalu, Dewa sangat mencintai Arum saat itu, dia mengingat jelas bagaimana Dewa tersenyum menatapnya, tersenyum bahagia di saat Arum bersama Dewa. Sayangnya Arum terluka, kini Arum benar-benar terluka, namun setetes air mata tidak bisa jatuh meski hatinya bergemuruh. Hatinya sudah terluka, lukanya pun tertimbun oleh perasaan rindu sekaligus marah. Arum marah karena dia tidak sempat bersama dengan Dewa, Arum benci ketika dia harus bersama Dewa. Arum berusaha keras saat dia harus menjadi tkw, Arum berusaha menjaga cintanya kepada Dewa meski saat itu bibirnya melepask

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN