BAB 21 Clarissa masih ragu, bingung, bimbang. Dia hanya bisa menunduk menangisi kesalahannya. Bibirnya sama sekali tidak bergerak untuk menjawab apapun. Sungguh, dia sangat takut saat ini. Takut jika Fabian memutuskan pergi dari hidupnya. "Iya Mas, ini bukan anakmu," jawab Clarissa sambil menunduk. Fabian membulatkan matanya setelah mendengar hal itu, sungguh dia tak habis pikir dengan Clarissa yang tega mengatakan hal itu. Entah bagaimana, Fabian kini diselimuti rasa marah, emosi yang tak terkendali, dia mengambil koper, memasukkan baju Clarissa semua yang ada di lemari. "Aku butuh sendiri. Pergilah." Satu kalimat itu begitu menampar Clarissa. Dia berlutut kepada Fabian atas kesalahannya, namun Fabian tak lagi mau melihat Clarissa. Dia merasa dikhianati, terluka dan kini tak tau harus

