Erik pulang ke rumah mertuanya. Dengan terpaksa, ia membawa sekantong plastik besar mainan pemberian Alex. Mendengar suara mobil, Ana langsung membuka pintu. Ia sudah tahu jika sang suamilah yang pulang. Wanita itu berdiri di depan pintu, menunggu Erik menghampiri. Suami dari Ana itu berjalan mendekat dengan senyum mengembang di bibir. Diletakkannya kantong plastik itu di lantai. Ia peluk sang istri, lalu diciumnya pipi dan kening wanita yang sangat dicintainya itu. Ingin mencium bibir, takut ada orang yang melihat. Apalagi kalau sampai ayah mertuanya, bisa mati berdiri karena terus diledek. "I miss you, aku sangat merindukanmu. Rasanya aku ingin deket kamu terus, kalau saja kita nggak butuh uang," ucap Erik. Matanya menatap lekat mata Ana, tangannya bertengger manis di pinggang wanita

