Semenjak divonis menderita HIV, Alex, Selly, dan Justin, rutin menjalankan pengobatan. Tidak ada yang berubah dari bocah berusia satu tahun itu. Selain perkembangannya yang sedikit lambat, karena belum bisa berjalan, tidak ada sesuatu yang terlihat mengkhawatirkan. Beda dengan Selly, tubuhnya semakin kurus. Pikirannya terlalu stres, memikirkan masa depan sang putra. Lain lagi dengan Alex. Diberinya cobaan padanya, membuat dia benar-benar bertobat. Yang ada di pikirannya kini, hanya memberikan yang terbaik untuk putranya. Masalah dia akan bertahan atau tidak, biar menjadi urusan Tuhan. Siang ini, ia datang ke kantor Erik untuk pertama kali. Saat dia masuk ke ruangan sahabatnya, ada bocah yang kira-kira usianya lima tahun yang sedang sibuk mewarnai di meja tamu. Ia sangat mengenalinya. Dia

