Alex tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Di depannya, ia seperti melihat foto masa kecilnya dalam wujud yang bernyawa. Erik menggendong Axel. Kemudian, didudukkan di pangkuannya. "Sama siapa, Sayang?" tanya Erik. "Ama Ndha, Yah...." Alex masih terpana memperhatikan Axel. "Siapa, Rik?" "Anak gue." "Anak lo? Bukannya lo baru nikah?" "Kan nggak perlu nikah dulu baru punya anak." Pintu terbuka lagi. Sosok Ana muncul di sana. "Axel lari-lari, tuh, nggak sabar mau ketemu kamu." Pandangan Ana beralih ke Alex yang duduk di sofa. Mata mereka bertemu. "Maaf, aku nggak tahu kalau ada tamu," ucap Ana datar. Alex tak menjawab. Pandangannya kembali beralih ke Axel. "Duduk sini, Sayang," pinta Erik sambil menunjuk kursi di seberang mejanya. "Aku mau pulang aja. Kamu sibuk kayaknya. Axel

