Sepulang dari tempat les, Bima langsung ke kamarnya dan sampai sekarang tak kunjung keluar. Bahkan mbak Risma yang udah mengetuk pintu berkali-kali diabaikan begitu saja oleh Bima. Hari-harinya jadi hambar karena dia pikir untuk apa berjuang lagi kalau sebentar lagi dia akan meninggal? Bahkan ketika Tiara begitu excited mengajaknya makan, bermain basket dilapangan atau apapun. Bima menolak. Kalau seperti ini terus, bukankah Bima lebih baik berada di rumah sakit? Cowok yang saat ini mengenakan celana pendek selutut itu duduk di ranjang kamar miliknya menghadap ke arah jendela. Baru saja dia muntah dan mengeluarkan darah. Bukan hanya itu, salah satu jarinya yang tak sengaja tergores pisau kini harus di perban lantaran darahnya susah berhenti. Bima tau alasan dari semua ini, penyakitnya.

