Cklek. Bunda Intan mendongak saat mendengar suara pintu tertutup, tak lama terlihat Tiara sedang berjalan menuruni anak tangga. Cewek itu mengenakan celana pendek dipadukan dengan kaos yang dilapisi cardigan. Tiara juga menguncir setengah rambutnya, mempertontonkan kilau rambut birunya yang masih belum diubah warnanya. Bunda Intan belum membuka suara, dia menunggu Tiara sampai didepannya. “Bunda, Tiara izin keluar bentar” “Mau kemana?” “Keluar bentar, Bun” “Sama?” Tiara menelan salivanya, kedua jari cewek itu saling bertautan. Tiara sudah hafal akan tatapan Bunda Intan yang seperti itu. “Bima.” cicit nya. Karena ada jeda yang cukup lama membuat Bunda Intan sedikit curiga. Bukan hanya Tiara yang hafal akan ekspresi yang ditunjukan oleh Bunda nya, melainkan Bunda Intan juga seperti

