"Em.. kalo gitu kita makan rawon aja gimana?" "Nggak deh, ntar lo tambah gendut" Pukulan bertubi-tubi mendarat di bahu Bima, bukannya berteriak kesakitan, justru cowok itu tergelak. Tiara juga tak bisa menahan senyumnya, dia baru bisa tersenyum saat Bima dengan keras berusaha membuatnya tersenyum. "Soto aja gimana?" "Pikiran lo makan mulu perasaan" komentar Bima lagi, Tiara mendengus seraya mengerucutkan bibirnya. "Gue laper, Bima. Jadi, ayo makan" "Mie ayam depan aja deh, gue traktir, gimana?" "Cih. Pelit banget" Bima mencubit hidung Tiara. "Cerewet banget, tinggal iyain aja apa susahnya sih" Tiara menepis tangan Bima. Dia ingin melupakan kejadian di sekolah tadi, Tiara tak ingin memikirkan tentang Daniel untuk saat ini demi kesehatan hatinya yang sudah hancur. "Oh iya, Bim. Sen

