Banyak hal yang berputar di otak Daniel. Masalah datang silih berganti bahkan sekarang jadi menumpuk, dia ingin datang ke dokter Raina untuk meminta saran dan solusi, siapa tau dokter muda itu bisa membantunya, lagi. Mungkin besok dia akan datang bersama dengan Lucas. Dengkuran halus terdengar dari hidung Daniel yang saat ini bersandar di sofa berwarna abu-abu itu. Wajahnya begitu tenang, menambah aura ketampanan sosok yang bervisual mirip anime hidup itu. Bagaimana mungkin wajah manusia bisa sesempurna itu? Terdengar deru mesin dari luar, tak lama suara pantofel terdengar memasuki rumah. "Assalamualaikum" ucap seseorang itu, membiarkan netranya menyebar ke seluruh ruangan, dan menemukan Daniel yang tertidur disana, sendirian. "Tumben" gumam wanita berparas cantik itu. Melanjutkan lan

