"Kamu gak lagi bercanda 'kan, Fan? Kamu gak lagi mainin perasaan aku, 'kan?" tanya Nisa masih belum percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Irfan. "Mana mungkin saya bercanda sama yang namanya perasaan, Nis? Sekali lagi saya mohon maaf karena baru menyadari ketulusan cinta kamu, maaf juga karena sebagai laki-laki saya gak peka dengan perasaan kamu," jawab Irfan seraya menggegam erat jemari tangan Nisa juga menatapnya dengan tatapan mata sayu. "Jawab saya sekarang juga, Nis. Apa kamu mau jadi istri saya? Saya emang tak bisa menjanjikan kemewahan buat kamu, tapi saya berjanji akan membahagiakan kamu seperti saya membahagiakan Ibu." Kedua mata Nisa seketika berkaca-kaca, ia pun balas menatap wajah pria itu penuh rasa cinta. Anggukan pasti pun ia berikan sebagai jawaban atas pertany

