Part 46 - Luka

1992 Kata

Fanta yang mengetahui kehadiran Yanti dalam kediaman itu. Dia sesegera mungkin untuk keluar dari kamar. Lalu menggandeng tangan istrinya untuk diajak masuk ke dalam. Perasaan Yanti seketika seperti dicampur aduk. Dia seolah dalam gundah gulana yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kedua mata Yanti tertuju pada sosok wanita yang usia sudah tidak muda lagi. Kedua pandangan mata mereka pun bertemu, Yanti dibuat penuh penasaran dengan siapa yang sebenarnya telah berbaring di tempat tidur itu. “Yan, ini ibuku.” Suara itu begitu mengejutkan. Sungguh sebuah kejutan yang tak disangka-sangka. Hari pertaman Yanti di rumah yang baru saj ditempatinya itu. Dia sudah mendapatkan suatu kenyataan yang tak pernah diketahui sebelumnya. Bahkan, Fanta yang dari awal merencanakan sebuah pernikahan it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN