Part 13 - Surat Panggilan

1159 Kata

Lagi-lagi sebuah ucapan permintaan cerai keluar lagi dari mulut Yanti. Fadli harus lebih ekstra membuat Yanti tak selalu menuruti emosinya. Fadli mengambilkan segelas air minum, lalu memberikannya pada sang istri. “Yan, tenangkan dirimu. Minumlah dulu air ini.” Yanti yang masih terbungkus emosi itu, sama sekali tak menuruti apa yang dikatakan oleh Fadli. Bahkan dia dengan sengaja, menampik gelas itu dari tangan Fadli hingga jatuh ke lantai. Benda pecah belah itu pun tak berbentuk lagi, tercecer berserakan menghiasi lantai putihnya. “Yan, kamu sedang hamil, kontrol emosinya.” “Kamu gak pernah tahu apa yang aku rasakan, Mas. Aku hidup miskin dan sama sekali tak pernah merasa bahagia sedikit pun bersama kamu.” Fadli hanya diam. Dia memungut pecahan gelas kaca itu agar jangan sampai menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN