Pagi, di saat aku sedang membuatkan kopi untuk suami, terdengar dia sedang mengobrol dengan seseorang yang sepertinya itu adalah papa mertuaku. Berhubung tudak ada urusannya denganku, ya sudah aku tidak mau ikut menimbrung. Biarkan saja papa dan anak saling mengobrol.l. Selesai buat kopinya, aku antarkan ke meja tempat Ran lagi santai. Asyik banget dia jadi orang, pagi hari santai sudah rapi dan wangi sembari liihat acara telvisi. "Sabar, Pa, ini juga baru lewat satu bulan, kalau belum ada hasil baru bawa ke obgyn." Hah, aku yang merasa sedang jadi objek obrolan mereka langsung kaget dan hampir saja kopinya tumpah. Ran lihat tanganku terciprat air kopi yang masih panas. Dia mencebik. Ada tisu di meja diambilnya, kemudian dia lapkan tumpahan kopi tadi. "Iya, nanti salamnya Ran s

