Syarat Menyiksa

1719 Kata

Ran memang selalu punya pikiran absurd. Iya, sih, so sweet, bilang kalau apa pun yang terjadi dia tetap mau untuk jadi istrinya. "Kalau kamu nggak bisa penuhin apa yang bapak mau, ya udah jangan paksa aku untuk sama kamu." Aih, mau aku tepuk ini mulut rasanya. Enteng bilang begini, nanti kalau Ran beneran kabur bisa menangis di pojokkan. Bodo ah, yang penting sok tegar dulu. 'Kan, kata orang lelaki itu dilihat dari keseriusannya untuk bertahan. Kalau baru ditantang sedikit sudah letoy, ke depan makin banyak ujian. "Aku pasti bisa yakinin bapak kamu." Alhamdulillah, dia kasih jawaban yang gentle. Aku jadi merasa agak berharga di matanya. "Ayo dong, kamu gerak cepat. Biar keluargaku makin yakin." "Kamu nafsu amat." Calon suamiku malah terheran-heran. Dari dulu yag punya otak ngeres se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN