Bab 17 Membalas Fitnah

1505 Kata

Mulutku ternganga saat melihat fotoku bersama Zahra dan Mas Hanan di depan tempat parkir rumah sakit tadi sudah mampir di grup w******p keluarga besar, menjadi topik pembahasan yang seru sepertinya. Tak peduli benar atau tidak yang penting ghibah aja dulu. Foto yang seharusnya bertiga dengan Zahra entah mengapa hanya tinggal aku dan Mas Hanan saja. Iya, berdua! Sengaja dipotong sedemikian rupa dengan menghilangkan jejak Zahra di sana. Seolah-olah memang hanya ada aku dan Mas Hanan sengaja meluangkan waktu untuk bertemu tanpa ada yang mengganggu. Mereka memang kurang kerjaan. Setelah aku telusuri sampai chat teratas, Mbak Aruna lah yang mengirimkan fotoku di depan rumah sakit itu dengan pesan yang menyakitkan. |Apa gara-gara laki-laki ini si Wita melakukan gugatan? Emang ganteng sih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN