Kebiasaan Denis setiap harinya kini berubah saat menunggu ke dua adiknya keluar, yaitu dengan menatap pemandangan yang membuat sudut bibirnya terangkat tiap kali melihatnya. Melihat wajah ayunya saja sudah membuat siapa saja orangnya merasa tenang, melihat senyumnya seperti melihat awan cerah dengan hamparan bunga mekar di bawahnya. Harum helaian rambutnya seperti aroma tanah yang terguyur hujan. Aroma yang membuat siapa saja tenang dan juga merasakan kenyamanan yang tidak pernah dapat di gantikan dengan apapun itu. Denis tidak tahu sejak kapan Ia merasa kekanak-kanakan seperti ini. Tapi yang begitu jelas dari semua hal ini adalah, Dia begitu mengaguminya saat ini. Entah bagaimana lagi Ia akan mendiskripsikan hal yang menawan itu, matanya hanya ada Dia sekarang. Memang Ia belum cukup umur

