Hari ini akan double Up ya readers.. Sungai yang mengalir di depannya adalah pemandangan Dava kali ini, Ia juga menghembuskan nafas berulang kali seolah Ia menahan beban yang menyesakkan di rongga pernafasannya. Bayangkan, Dea nya itu dengan tanpa dosanya mengabaikan panggilan telfon juga pesannya. Seperti tadi siang tidak melakukan apapun yang membuat Dava harus merefresh otaknya seperti sekarang ini. Dea bahkan pulang lebih dulu dan tidak menunggui Dava untuk pulang bersama. Gadis itu seperti sengaja mengabaikannya, atau mungkin Dava yang salah menilai sikap Dea kali ini?. Apa yang tidak lebih menyesakkan bagi Dava setelah tadi di kantin melihat ke akraban Dea dengan Dewa. Mereka terlihat seperti sengaja untuk tidak melihat ke beradaan Dava. "Lo enggak mau pulang?" oh Dava sampai lupa

