"Gue menikah karena perjodohan.". Dewa memutar badannya saat suara pemilik apartement yang Ia perhatikan telah kembali dari kamar mereka yang Dewa tahu. Setelah tadi Dewa membuka pintu Dava langsung membawa tubuh Dea ke lantai atas. Dewa menatap perubahan wajah Dava, sekarang Ia tahu. Mimik wajah Dava sudah mengatakan semuanya, tapi Ia ingin tahu semuanya. "Perjodohan?" Dewa membeo dengan terus menatap tubuh Dava yang sekarang berjalan ke arah dapur lalu membawa dua kaleng minuman dingin. Dava meletakkannya di atas meja tanpa mau juga mempersilahkan Dewa untuk minum. "Ceritakan!" pinta Dava yang melihat Dewa telah menegak minuman yang tanpa Dava persilahkan itu, Dewa sudah mengerti bahwa itu untuknya. Dewa berdehem untuk memulai cerita masa lalunya yang sudah lama Ia tutupi itu. "Dea

