POV ELOISE “Cantiknya! Kau terlihat seperti tuan putri!” Bonnie tersenyum di sampingku, tepat di hadapan cermin. Kemudian Nina memberiku acungan jempol sebagai tanda setuju. Saat berikutnya, kami pergi berbelanja sesuai jadwal. Kami memilih berbagai tas dan perhiasan dari desainer ternama berdasarkan pilihan Nina. Dia mengatakan kalau berlian seperti anting dan kalung sangat dibutuhkan. Aku hampir terkena serangan jantung karena melihat label harga yang tertera. Seumur hidup, aku tidak pernah melihat harga sefantastis itu. Tapi kartu yang ayahku berikan itu unlimited. Kami juga memilih beberapa jam tangan. Meski aku tidak yakin akan menggunakan itu, karena bagiku jam tangan yang kumiliki sudah cukup bagus. Dan terakhir, kami membeli beberapa mantel dari Burberry yang menarik perhati

