"Sayang? Kamu lagi apa di sini?" tanya Wira seraya maju. "Em ... anu ... itu. Dion," sahut Mita, sedikit gugup Karena suami dan ibu mertua muncul tiba-tiba saat ia hendak mengetuk pintu. "Dion Kenapa?" "Mas lihat aja sendiri di kamar." Wira gegas pergi ke kamar diikuti oleh Mita dan juga Lilis. "Dion kenapa nangi?" Wira duduk di tepi tempat tidur di mana Dion sedang menangis. "Bangun tidur dia langsung nangis itu. Aku tanya gak mau jawab. Mungkin dia mimpi buruk," sambar Mita. "Dion mimpi buruk?" tanya Wira sambil mengusap dahi anak itu yang basah dengan keringat. Dion menggeleng. "Lalu kenapa?" Anak itu menjawab tetapi karena sambil menangis, para orang dewasa di sana tidak bisa mengerti. "Dion, bicaranya jangan sambil nangis, ayah sama ibu gak ngerti, Nak. Diem dulu Dionnya

