"Ayah, itu Om Dokter! Cepat, Ayah!" seru Dion saat melihat Damar turun dari mobil. "Sabar, Dion. Ayah harus parkir dulu," sahut Wira. "Kok parkir, Mas? Biasanya turunin aku depan lobi." "Mas nanti bawa Dion ke kantor aja. Gak mungkin juga dia di sini. Kerjaan kamu gak bisa bawa anak." "Iya juga sih." "Makanya aku tungguin aja. Kalau di kantor aku bisa sambil jagain dia." "Ayah ayo cepat. Jangan ngobrol aja sama ibu," protes Dion sambil memukul lengan ayahnya yang masih memegangi kemudi. "Iya, Dion. Sabar sebentar." "Cepat, Ayah. Nanti Om Dokter-nya keburu pergi," sibuk Dion lagi, tidak sabar menunggu ayahnya memarkirkan mobil. "Ibu, tolong buka pintunya!" pintanya kemudian saat mobil sudah terparkir. Mita menurut. "Eh!" Ia hanya bisa melongo saat Dion turun dari pangkuannya tanpa

