Wira dan Dion yang duduk bersisian di kursi makan, menghela napas panjang kemudian saling menatap. "Telur dadar lagi," pasrah mereka dengan kompak saat melihat menu sarapan pagi ini. Mereka sudah mulai bosan. "Kenapa Ayah gak masak? Ayah biasanya suka masak," tanya Dion yang merindukan masakan ayahnya. Wira Diam. Bukan tidak ingin, sejak istrinya hamil ia sama sekali tidak kuat saat menghadapi kompor yang bertemu dengan penggorengan. "Dion katanya suka masakan ibu," sahut Wira. "Iya suka. Tapi bosan, Ayah. Teman-teman aku bekalnya macam-macam. Aku selalu telur dadar tiap hari," keluh anak itu tanpa semangat. "Gak apa-apa, kan bentuknya beda," tanggap Wira. Sang istri memang sering membuatkan telur dadar dalam berbagai bentuk untuk bekal sekolah anaknya. Mita sengaja membeli cetakan m

