132~ Kakek

1005 Kata

Wira berdiri di depan pintu sebuah rumah yang menjulang tinggi. Ia mengangkat tangan untuk menekan bel tetapi tiba-tiba saja ragu dan kembali menurunkan tangan. Ia pun akhirnya berbalik, berniat untuk pergi dari sana. Tetapi kemudian berhenti. Ia sudah tiba di sana, apa perlu kembali tanpa hasil? Setelah berpikir sejenak, Wira kembali berdiri di depan pintu. Sama seperti sebelumnya, ia mengangkat tangan hendak mengetuk tetapi lagi-lagi meragu. Pria itu menghela napas panjang kemudian berbalik, memantapkan niat untuk pergi dari sana. Tetapi suara pintu yang terbuka membuatnya urung melangkah. "Aga!" Wira memejamkan mata kemudian berbalik. Di sana sang ayah sedang berdiri sambil menatapnya. "Saya mau jemput ibu dan anak istri saya," ujarnya dengan suara dingin dan datar. Darwin mengang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN