Wira keluar dari mobil, bersandar pada kendaraan roda empat itu sambil melipat kedua tangan di depan dadda. Tatapan tertuju pada rumah besar yang ada di hadapannya. Ia mengalihkan pandangan saat sebuah mobil berhenti di depan mobilnya. Tak lama pengendaranya keluar. Ia sempat bersitatap sesaat dengan pria itu sebelum akhirnya membuang pandangan ke arah lain. Sedangkan orang yang baru saja datang, masuk ke pekarangan rumah yang pagarnya terbuka dan langsung menekan bel yang ada di samping pintu utama. Berdiri menunggu. Sementara itu, "Bi, biar saya aja yang buka pintu. Bibi tolong buatkan minuman untuk Mita dan Dion, ya?! Lalu antar ke kamar kakek," ujar Damar saat mendengar suara bel rumah. "Baik, Mas," angguk asisten rumah tangga yang bekerja di rumah orang tua Damar. Pria itu kemudi

