*** Sejak Dafa menerima telepon itu, sejak Dafa menerima kabar bahwa mantan tunangannnya kini berada di Jakarta, sejak itu pula Jeni merasa terabaikan. Semua hal yang ia ucapakan bagai angin lalu di telinga Dafa. Terang saja itu membuat Jeni marah. Ia merasa Dafa berubah dalam hitungan detik. Jeni pun protes, tetapi caranya teramat salah di mata Dafa hingga membuat lelaki itu meninggalkannya dalam keadaan marah. Berkali-kali Dafa katakan bahwa ia tak ingin dipaksa, tapi Jeni sering memancing emosinya. Apalagi ketika Jeni membawa nama Vivian di dalam pertengkaran mereka. Dafa tidak suka. Dirinya tidak suka Jeni menyebut nama Vivian dengan kemarahan. Cukup ia saja yang mengingat nama itu dengan caranya. Begitu Dafa melarikan diri dengan mobilnya, Jeni terpaku sedih di tempatnya. Tanpa s

