*** Dafa mencengkram rambutnya dengan erat saat membaca grafik operasional hotelnya selama Tiga bulan terakhir. Demi apa semua dana yang Jeni berikan harus berakhir sia-sia seperti ini. Segala bentuk usaha yang mereka lakukan selama Tiga bulan terakhir nyatanya benar-benar hanya buang-buang waktu saja. Promosi hingga penambahan fasilitas yang dulu mereka rencanakan matang-matang pun tak membuat pelanggan berdatangan. Dafa merasa putus asa. Entah strategi apa lagi yang harus dilakukan agar hotel kembali bangkit dari keterpurukan ini. Dafa betul-betul tak sanggup lagi untuk menangani segalanya. Beruntung kakeknya tak lagi jatuh sakit seperti dulu. Mereka bahu membahu demi membuat hotel tetap berdiri meskipun krisis ini semakin mencekik mereka. "Aku minta maaf Daf, segala upaya sudah d

