Bab: 22

1583 Kata

“Tuan … Lucas …” bisiknya lirih, hampir tak terdengar. Tubuhnya menegang, bingung antara ingin melepaskan diri atau tetap diam. Kehangatan dari tubuh pria itu terasa nyata, terlalu nyata, hingga membuatnya semakin gelisah. Namun Lucas tidak bergerak banyak. Wajahnya tersembunyi di balik rambut Lilian, napasnya berat, seolah benar-benar kelelahan. Pelukannya bukan seperti keinginan … melainkan seperti seseorang yang sedang mencari tempat bersandar. “Jangan bergerak …” gumamnya pelan, suaranya melemah. “Aku … hanya sebentar …” Lilian menelan ludah. Matanya tetap terbuka, menatap kosong ke depan. Ia bisa merasakan detak jantung pria itu dari balik punggungnya—tenang, tapi dalam. Tangannya perlahan mengepal di atas selimut. Ada rasa asing yang menjalar di dadanya bukan hanya gugup, buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN