Bab:15

1348 Kata

Pagi itu, cahaya matahari sudah menyelinap masuk melalui celah tirai ketika dering ponsel memecah keheningan. Lucas terbangun dengan dahi berkerut, meraba-raba meja samping tempat tidur sebelum akhirnya menemukan ponselnya. Dengan suara berat khas orang yang baru saja terseret dari tidur, ia mengangkat panggilan itu. “Halo … sayang …” gumamnya pelan, masih setengah sadar. Di seberang sana, suara Brielle terdengar ringan, seolah tak ada beban yang ia rasakan. “Ah, halo sayang. Bagaimana? Semalam … berjalan lancar?” Kalimat itu seketika membuat kesadaran Lucas kembali utuh. Ia terdiam, lalu refleks menoleh ke samping. Di sana, Lilian masih terlelap dalam posisi meringkuk, tubuhnya tertutup selimut putih yang melilit hingga ke bahu. Rambutnya terurai berantakan, wajahnya tampak lelah namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN