Akira membuka matanya dan seluruh ruangan tampak gelap, posisinya masih di sofa sejak pertama dia masuk Unit Apartemennya tadi. Kepalanya sakit sekali, rasa mual tiba-tiba saja datang dengan hebat. Membuatnya berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Wanita itu menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam tapi suaminya belum pulang juga. Sambil memijit kepalanya, Akira kembali menuju sofa dan mengambil ponsel di tasnya untuk melihat kalau saja Chiko mengirimkan pesan. Tapi tidak ada satu pesanpun dari Chiko membuat Akira mendesah. “Mbak, tadi Ayu minta aku datang karena mbak sakit katanya, tapi maaf banget aku tiba-tiba aja ada masalah di kantor dan kemungkinan sampai malam baru pulang.” Jelita mengirimkan pesan. Akira tersenyum lalu membalasnya.

