Satu hari ini Nayra dan Afnan seperti sepasang kekasih sungguhan, Afnan yang memang tidak pernah berkencan ditempat seperi ini merasakan bagaimana rasanya berkencan ala rakyat biasa. “Afnan nanti kita makan bakso ya?” ajak Nayra yang sudah meneguk air liurnya membayangkan bakso lezat paforitnya. Afnan tidak menjawab dia tetap melajukan mobilnya, saat ini Afnan memakai kemeja dengan lengan yang sudah di gulung sampai kesiku, jelasnya sudah tergeletak dijok belakang begitu juga dengan dasinya. “Ayo turun,” ucap Afnan yang sudah melepaskan selt belt nya. “Lo kita mau ngapain disini,” tanya Nayra heran. Afnan dengan gemas menyentil kening Nayra, “Bukankah kau bilang mau makan bakso, kau tidak lihat didepan tempat makan bakso,” sahut Afnan yang kesal kenapa otak Nayra makin hari makin terl

