“Lo mati!” Aldan mendekat. Elvan melotot. “Hajar dia!” Elvan menyuruh satpam menghajar Aldan. kedua satpam itu saling melirik dan kemudian hendak bergerak mendekat kepada Aldan. “Gue gak punya urusan sama lo berdua. Jika kalian tidak ingin berakhir di rumah sakit atau kuburan, maka menjauh.” Aldan memperingati kedua satpam itu tanpa menoleh sama sekali. Karena jujur matanya sejak tadi fokus pada Elvan. Elvan menghela napas lalu menyeringai. “Ada tujuan apa lo ke sini manusia berengseek!” Elvan menaikkan kakinya di atas meja seolah tidak takut dengan kedatangan Aldan. Aldan mengeluarkan palunya. “Membunuh lo!” Aurelia yang masih berada di antara mereka kaget bukan main. Kedatangannya di kantor Elvan untuk membahas kontrak novelnya dan ia malah disuguhkan hal yang diluar dugaannya. B

