Flashback sebelum pengakuan cinta Zee! Aldan terbangun dari tidurnya. Tubuhnya terasa sangat pegal lantaran tertidur di sofa menemani Lay yang kebetulan terusir dari kamar lantaran Zee datang dan tertidur di kamar dua sejoli itu. “Gue butuh makan.” Dengan gerakan cepat, Aldan menuju dapur. saat sampai di sana, ia sangat malas menyalakan lampu sehingga ia mengandalkan penglihatannya yang tajam. Pupil matanya dipaksa untuk membesar. “Jam berapa ini?” Merogoh saku celananya untuk melihat jam berapa di ponsel pintar miliknya. “Hampir jam tiga dini hari dalam.” Lalu menuju lemari pendingin. Baru saja ia membuka lemari es itu, terdengar langkah pelan yang hendak menuju dapur.Aldan tahu betul jika pemilik langkah itu berjalan secara pelan dan mengendap-endap. Jangan ragukan insting seoran

