Bagi seorang Aldan, meminta maaf meskipun itu kesalahannya sendiri bukan hal yang patut ia lakukan. Oleh karena itu juga, saat terbongkar sandiwaranya tepat di depan Zee, kata maaf terlalu sulit untuk keluar dari bibirnya. Lebih parahnya, Aldan juga membiarkan waktu berlalu tanpa menjelaskan apa pun kepada Zee. Entah karena Aldan kena mental mendengar kalimat Zee yang membencinya atau memang ia membiarkan waktu yang datang menghampiri mereka berdua. Jodoh tidak ada yang tahu dan tidak akan ke mana-mana. Untuk saat ini juga, Aldan tidak yakin untuk berkomitmen karena ia lebih mementingkan pekerjaannya dan menghasilkan uang yang banyak lalu ia akan membeli pulau tanpa penghuni yang diimpikannya selama ini. Jika ada yang tanya apa Aldan sedih dengan apa yang terjadi? Jawabannya tidak! Waj

