Zevanya tersenyum manis saat tiba di restoran di mana Elvan berada. Lelaki itu melambai menyadari kehadiran dirinya. “Sudah lama?” tanya Zee seraya duduk di kursi kosong depan Elvan. Elvan mengangguk. “Gue ngirim pesan chat ke lo sekitar jam sepuluh kurang lima menit dan lo baru tiba di sini jam dua belas tepat.” Elvan menunjukkan jam tangannya kepada Zee. Zee memasang wajah merasa bersalah. “Maaf. Tadi gue di rumah sakit saat mengirim pesan itu. Gue harus balik ke rumah untuk ganti baju karena baju gue basah kena hujan.” Zevanya berbicara jujur. Kening Elvan mengkerut menandakan ia bingung sekaligus penasaran. “Kenapa lo bisa basah dan kenapa lo bisa di rumah sakit?” Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Elvan. Zee mencoba tersenyum meskipun rasa khawatir kepada Meychan kembali

