2 jam sebelum acara makan malam romantis. Aldan duduk ranjang seraya mengelus rambut Zee.yang duduk di lantai tepat di bawahnya. Zee sibuk membuka ponsel Aldan hanya untuk melihat beberapa foto yang sudah tersimpan di galeri ponsel mewah lelaki itu. "Boleh jadi milikku?" tanya Zee seraya menggoyangkan ponsel Aldan di depan wajah lelaki itu. Aldan mengangguk. "Tentu." Aldan terus saja mengelus rambut Zee. Zee bersandar sehingga kepalanya tepat di perut Aldan. "Mau yang bekas apa yang baru?" tanya Aldan. Bukan dia tidak suka memberi Zee ponsel yang sekarang, hanya saja, selagi ia bisa beli kenapa harus memberi yang bekas. Zee tersenyum. "Yang bekas saja. Yang baru untuk Aldan." Suara itu terlalu lembut. Ya, sejak Zee bertahan dari depresinya, Aldan selalu berucap lembut kepada perempu

